Beranda > Indonesiaku > Alay ? Mengapa Tidak ?

Alay ? Mengapa Tidak ?

Bingung dengan statemen diatas ? Benar kita akan membahas statemen tersebut. Monggo para remaja yang punya masalah tentang tersebut hadir. Hahaha, beri komen ya ?

Alay, bahasa anak muda sekarang. Alay sering dikaitkan dengan Ndeso, korban salah gaul, tulisan arab ( arabpati nggenah a.k.a tidak bisa dibaca ), lebay ( melebih-lebihkan sesuatu ), ataupun juga diangkat sebagai sebuah lagu yaitu Alay anak layangan. Entah saya juga bingung. –”

Anda pernah membaca tulisan ini => ..a’qhkue cuKa c4ma q’khamue.. ? Banyak yang menganggap itu adalah alay. Sebenarnya dibalik tersebut orang tersebut ingin memamerkan karyanya. Seperti diketahui sekarang surat tidak usah pake nulis tangan, sms aja bisa. Jadi seperti halnya tersebut, tulisan tadi sebenarnya mewakili “tulisan tangan” di sms. Karena di sms bahasanya kan formal ? Jadi menurutku mengapa tidak ? Namun jangan berlebihan, pakai alay itu cuma buat canda, kalo buat smsan sama atasan bisa dipecat loe x_x . Sekarang sih sudah banyak yang levelnya sudah extrem sampai kagak bisa dibaca.

Pernahkah anda melihat foto dengan telunjuk di depan mulut ? Itu juga alay. Entah kenapa gaya foto sampai seperti itu. Menurut bang Radit : emang anak gaul itu jari telunjuknya nempel di bibir terus yah ? waakakaka. Ini sih biasanya dibarengi dengan poin pertama. Jadi levelnya rada tinggi. But that’s not wrong. Itu karya anda, anda boleh berkarya seperti apa saja. Negara kita demokrasi. so , gak usah takut bergaya seperti itu, orang yang mengatakan anda alay dialah sebenarnya orang alay kata @RDinalar.

Lanjut, anda pernah tau parto kaget ketika dicubit aziz gagap di OVJ ? Banyak mengatakan ini juga alay kalo dilakukan oleh anak muda. Entah kenapa . Padahal penyakit latah adalah anugerah tuhan. Dan itu ekspresi kebebasan kalian.

Alay sering dikaitkan dengan masa peralihan remaja. Mungkin ketika pubertas biasanya alay mulai tumbuh. Karena pada remaja, apapun yang seru pasti diikutin. Namun ketika dewasa alay pun juga punah kok.

Entah kenapa anak muda dari desa lebih banyak dikatain alay, padahal sebenarnya anak kota lah yang lebay.Ini menurut definisi gue lo ya, terserah lo ngomong apa, gue sendiri juga alay dulunya =)) Menurut gue alay itu ekspresi kalian, hati kalian, jati diri kalian. Jadi jangan pernah malu teman.!!

Iklan
  1. 22 Februari 2012 pukul 14:18

    boh

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: